Gerai ritel modern di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
Aktivitas dan gerai ritel perlengkapan rumah tangga serta gaya hidup di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Emiten pengelola jaringan toko AZKO dan NEKA ini mencatat lonjakan laba bersih 25,7 persen YoY hingga kuartal III-2026. Foto: Dok. AHI via CNBC Indonesia.

Lonjakan Laba Bersih 25,7 Persen dan Penjualan Sembilan Bulan Rp6,9 Triliun

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Mengacu pada laporan kinerja perseroan per 30 September 2026, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp604,7 miliar. Capaian laba bersih tersebut melonjak 25,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sisi pendapatan, emiten ritel yang menaungi merek AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, serta Toys Kingdom melalui entitas anak ini meraup penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp6,9 triliun. Angka penjualan tersebut mencerminkan pertumbuhan 8,3 persen YoY jika dibandingkan dengan periode sembilan bulan tahun 2025.

Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh indikator penjualan toko yang sama (Same Store Sales Growth/SSSG) sebesar 2,4 persen YoY. Penguatan SSSG ini didorong oleh solidnya produktivitas gerai di area Jakarta serta akselerasi pertumbuhan penjualan di wilayah luar Pulau Jawa, sementara performa gerai di wilayah Jawa di luar Jakarta tercatat bergerak stabil. Direktur ACES Gregory S. Widjaja menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari peningkatan produktivitas gerai eksisting, efisiensi operasional harian, serta inisiatif pemasaran terarah yang relevan dengan kebutuhan konsumen melalui program promosi dan kegiatan komunitas.

Akselerasi Ekspansi Jaringan Toko AZKO, NEKA, dan Realisasi Belanja Modal

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, ACES terus menjalankan strategi ekspansi jaringan gerai secara terukur untuk memperluas penetrasi pasar ritel perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup modern di Indonesia. Hingga akhir September 2026, total jaringan gerai AZKO telah mencapai 282 toko di berbagai kota, didorong oleh pembukaan 19 gerai baru sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Khusus pada kuartal ketiga 2026, AZKO memperluas jangkauan operasionalnya ke lima wilayah baru di luar kota-kota utama, yakni Tomohon, Baubau, Bengkalis, Jepara, dan Mamuju. Penetrasi ke kawasan tier dua dan tier tiga ini dirancang untuk menangkap pertumbuhan daya beli masyarakat daerah secara efektif. Di sisi lain, format gerai NEKA berkembang pesat dengan mencapai 31 toko per September 2026, di mana 21 toko di antaranya dibuka sepanjang tahun 2026.

Selain ekspansi gerai baru, perseroan secara konsisten melakukan program rejuvenasi dan peremajaan konsep gerai eksisting AZKO guna meningkatkan pengalaman dan kenyamanan berbelanja pelanggan. Guna mendanai ekspansi jaringan dan renovasi gerai tersebut, perseroan merealisasikan belanja modal (capital expenditure/CapEx) sebesar Rp144,8 miliar hingga akhir September 2026, yang setara dengan 32 hingga 36 persen dari total pagu anggaran CapEx perseroan untuk tahun buku 2026.

Penguatan Skor Tata Kelola ACGS 95,76 dan Sustainability Ambition 2030

Di samping pencapaian finansial dan ekspansi fisik, perseroan mencatatkan kemajuan signifikan dalam penguatan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Pada tahun 2026, perseroan membukukan peningkatan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) menjadi 95,76, naik tajam dibandingkan perolehan periode sebelumnya yang sebesar 85,85. Kenaikan nilai evaluasi independen tersebut menaikkan predikat tata kelola perseroan dari kategori Good menjadi Very Good.

Sebagai bentuk pengakuan tata kelola di tingkat nasional, ACES juga meraih penghargaan Best Responsibility of the Board untuk kategori Mid Cap pada ajang The 17th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award 2026. Perseroan menjadi satu-satunya emiten di sektor ritel yang berhasil meraih penghargaan pada ajang tersebut, yang merefleksikan peran aktif dan pengawasan ketat Direksi serta Dewan Komisaris dalam pengambilan keputusan strategis dan mitigasi risiko.

Perseroan mengintegrasikan pilar tata kelola tersebut ke dalam kerangka jangka panjang Sustainability Ambition 2030 yang bertumpu pada empat pilar: People, Environment, Business, dan Good Corporate Governance. Integrasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap tahapan ekspansi dan operasional bisnis dijalankan secara transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Perspektif Analisis Transaksi T2T dan Dinamika Sektor Ritel Konsumer

Dari sudut pandang pembacaan pasar Trader to Trader (T2T), rilis laporan keuangan ACES kuartal III-2026 yang membukukan pertumbuhan laba bersih 25,7 persen memberikan konfirmasi fundamental yang menarik di sektor ritel konsumer non-primer. Kemampuan emiten menjaga pertumbuhan SSSG positif sebesar 2,4 persen di tengah perubahan lanskap belanja konsumen menunjukkan kekuatan eksekusi operasional dan loyalitas basis pelanggan.

Bagi pelaku pasar modal dan trader, sentimen positif dari kinerja fundamental tetap perlu dikonfirmasi melalui dinamika transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Pembacaan terhadap akumulasi dan distribusi broker summary harian, stabilitas antrean penawaran dan permintaan di orderbook, serta ketahanan level moving average menjadi parameter penting dalam merancang strategi swing maupun position trading.

Seluruh informasi yang disajikan dalam ulasan ini berbasis pada fakta publik dan rilis resmi perseroan untuk tujuan edukasi dan tinjauan pasar modal. Artikel ini bukan merupakan anjuran, rekomendasi investasi personal, ajakan, maupun kepastian pergerakan harga saham tertentu di masa depan. Setiap keputusan transaksi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab independen masing-masing pelaku pasar.

Sumber utama

CNBC Indonesia ↗

Catatan: Berita ini disusun dari sumber yang dicantumkan dan bersifat informasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual efek.