Orderbook dan Running Trade T2T ditampilkan berdampingan
Tiga panel T2T menghubungkan antrean, depth bid-offer, dan transaksi yang telah selesai.

Perbedaan paling mendasar

Running Trade berisi transaksi yang sudah terjadi. Data ini mencatat waktu, harga, lot, nilai, dan pihak broker pada eksekusi. Orderbook berisi order beli dan jual yang masih menunggu dan dapat berubah atau dibatalkan.

Apa yang dijawab Running Trade?

  • Pada harga berapa transaksi terjadi?
  • Berapa lot dan nilai yang berpindah?
  • Kapan aktivitas meningkat?
  • Apakah eksekusi cenderung mengambil offer atau melepas ke bid?
  • Broker mana yang tercatat pada transaksi?

Apa yang dijawab Orderbook?

  • Berapa spread bid dan offer saat ini?
  • Seberapa dalam antrean pada beberapa level harga?
  • Apakah order besar bertahan, bertambah, atau menghilang?
  • Bagaimana komposisi ukuran order pada sisi beli dan jual?

Contoh membaca keduanya

Misalnya HAKA besar muncul berulang. Running Trade menunjukkan agresi beli tersebut benar-benar terjadi. Selanjutnya Orderbook membantu memeriksa apakah offer berkurang, bergeser naik, atau justru terus diisi ulang. Jika harga tidak bergerak meski pembelian agresif besar, ada pasokan yang perlu diperhatikan.

Sebaliknya, HAKI berulang dapat dibandingkan dengan ketahanan bid. Bid yang terus menyerap transaksi memberi konteks berbeda dari bid yang segera menipis.

Gunakan sesuai horizon

Scalper biasanya memperhatikan perubahan detik-ke-detik, sementara day trader dapat menggabungkannya dengan chart intraday dan Broker Flow. Untuk horizon lebih panjang, snapshot Orderbook menjadi kurang penting dibanding pola transaksi, harga, volume, kepemilikan, dan informasi emiten.

Tidak ada satu layar yang menjawab semua pertanyaan. Pilih data berdasarkan keputusan yang sedang diuji dan selalu tentukan kondisi yang membatalkan kesimpulan awal.
Catatan: Materi ini bersifat edukasi. Data pasar, klasifikasi transaksi, dan analisis tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual efek.