
Apa yang dicatat Running Trade?
Running Trade adalah catatan transaksi yang sudah terjadi di pasar. Berbeda dari antrean pada Orderbook, setiap baris di Running Trade merupakan eksekusi yang mempertemukan pembeli dan penjual pada waktu serta harga tertentu.
Kolom yang paling penting biasanya mencakup waktu, kode saham, harga, perubahan harga, lot, nilai transaksi, serta broker pembeli dan penjual. Nilai satu baris sebaiknya tidak dibaca sendirian. Maknanya muncul setelah dibandingkan dengan transaksi sebelum dan sesudahnya.
Mulai dari harga dan ukuran
Perhatikan apakah transaksi terjadi pada harga yang sama, naik satu tick, atau turun satu tick. Setelah itu lihat jumlah lot dan nilai rupiahnya. Transaksi besar pada saham likuid memiliki konteks berbeda dari transaksi berukuran sama pada saham yang jarang diperdagangkan.
- Harga: menunjukkan level terjadinya kesepakatan.
- Lot: menunjukkan jumlah saham dalam satuan perdagangan.
- Nilai: membantu membandingkan ukuran transaksi lintas harga.
- Frekuensi: menunjukkan seberapa sering transaksi muncul, bukan seberapa besar modalnya.
Membaca HAKA dan HAKI
HAKA menggambarkan pembeli yang mengambil harga offer, sedangkan HAKI menggambarkan penjual yang melepas ke harga bid. Keduanya membantu membaca agresivitas eksekusi, tetapi bukan jaminan harga akan bergerak ke arah tertentu.
Rangkaian HAKA dengan lot dan nilai yang meningkat lebih relevan daripada satu transaksi tunggal. Demikian pula, HAKI berulang perlu dibandingkan dengan kemampuan bid menyerap tekanan jual. Baca penjelasan lengkap pada panduan HAKA dan HAKI.
Gunakan filter, bukan mengejar semua baris
Arus transaksi dapat terlalu padat untuk dibaca mentah. Gunakan filter ticker, minimum lot, minimum nilai, arah transaksi, atau perubahan harga untuk mempersempit layar. Tujuannya bukan menghilangkan data, melainkan memisahkan aktivitas yang relevan dengan pertanyaanmu.
Kesalahan yang perlu dihindari
- Menganggap satu transaksi besar selalu dilakukan satu investor.
- Menyimpulkan akumulasi hanya dari warna hijau pada beberapa baris.
- Mengabaikan likuiditas, spread, dan kondisi IHSG.
- Menyamakan broker dengan pemilik manfaat akhir.
- Mengambil keputusan tanpa membandingkan Running Trade dengan Orderbook dan data lain.
Gunakan Running Trade sebagai bukti transaksi aktual, lalu validasi melalui Orderbook, Broker Flow, chart, dan informasi emiten.